Harap Tunggu…

Respon Publik Terhadap Prodi Planologi Universitas NU Kalsel

atatan dari dialog dunia maya …

Dalam sebuah kesempatan, seorang perempuan dari Kota Palangka Raya bertanya. Katanya : “Saya lulusan SMA jurusan IPS, lantas apakah saya bisa dapat masuk jurusan Planologi ini ?” Di lain kesempatan, seorang laki-laki asal Banjarbaru, menyampaikan pertanyaan ringan. Katanya : ” … Jika kuliah di Prodi Planologi itu susah gak ya … ?”

Lain lagi pertanyaan seorang laki-laki asal Aluh-aluh. Katanya : “Kakak pengelola …!! Saya mau nanya, apa bedanya kuliah di Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota dengan Pembangunan Wilayah? Lantas, jika sudah lulus di Prodi Planologi, saya bisa kerja apa? Dan di mana ?”

Seorang perempuan asal Banjarmasin lain lagi. Ia menulis : ” Kakak … Saya sekarang baru naik kelas akhir di sebuah SMA kota Banjarmasin. Saya bingung mau jurusan apa jika kuliah nanti ? Planologi itu apa sih ? Bisa dari IPS kan kak? Tolong share lah tentang Jurusan Planologi. Thank ya kak … !!”

Tak hanya itu, seorang laki-laki lulusan pesantren pun tak ketinggalan ikut bertanya. Katanya dia baru dengar istilah planologi ini. Dia tanya, bisa gak masuk kuliah di sini ? karena katanya prospek kerjanya yang lumayan menjanjikan. “Mungkin bisa dijelaskan. Thanks ya atas infonya …”

Ada lagi yang menulis : aku pernah baca bahwa jika di Jurusan Planologi ini di beberapa Universitas bisa dimasukin sama lulusan IPS. Dia menambahkan, apa benar yang bakal di pelajari nanti kalo kuliah di Prodi ini, lebih menekankan pada sisi IPS (dengan penekanan hapalan : ekonomi, sosial, dan lain sebagainya). Sedangkan lulusan IPA hanya berkontribusi pada matematika saja. Katanya lagi, pada jurusan Planologi juga ada belajar tentang psikologis masyarakat, juga ilmu-ilmu sosial lainnya.

Lainnya ada pula yang menulis bahwa dia ingin mengajak kawan-kawannya, khususnya yang masih bingung, agar mengambil jurusan Planologi / PWK ini. Dia mengaku jika dia seorang lulusan dari jurusan IPA.

Ada lagi yang menyatakan kebingungannya, antara ingin masuk Arsitektur dengan Planologi. Katanya, karena dirinya kurang kreatif dan kurang jago dalam menggambar, maka dia merasa lebih tepat kuliah di jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota. Tapi ia masih ragu, karena orang tuanya lebih prefer jika dia ke Arsitektur saja. Alasan orang tuanya, karena jika dia ngambil jurusan Planologi kurang jelas prospek kerjanya. “Sebaiknya saya gimana ya?” tanyanya.

Lainnya ada yang bertanya pendek : “apa kuliah jurusan ini apakah kegiatannya banyak di outdor?”

Ada pula seorang lulusan SMK asal Banjarmasin menulis, kira-kira apa keunggulan dari Prodi Planologi ini ya ? Mohon diberikan penjelasan. Makasih …

Begitulah beberapa respons masyarakat luas, khususnya lulusan SLTA terhadap Program Studi Planologi / Perencanaan Wilayah dan Kota pada Universitas NU kalimantan Selatan, yang sejak bulan Mei 2015 lalu, hingga sekarang tahun akademik 2017/2018, memulai penerimaan Calon Mahasiswa Baru.

Sejak dikeluarkan ijin operasional oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2014 lalu, Badan Pengelola Universitas NU Kalimantan Selatan mulai mempublikasikan diadakannya penerimaan Mahasiswa Baru di univeritas kebanggaan warga nahdliyyin di Kalimantan Selatan ini.

Tentang Konsep dan Gagasan

Terkait dengan beberapa pertanyan via email tersebut, Badan Pengelola Universitas NU Kalsel mencoba menjelaskan, sebagai berikut :

Pertama, harus difahami bawa kuliah di jurusan Planologi atau perencanaan Wilayah dan Kota ini bisa saja seseorang lulusan IPA, dan bisa pula seseorang dari lulusan IPS. Hal ini karena mata kuliah yang akan dipelajari di sini bukan hanya ilmu pasti saja, akan tetapi pada program studi ini juga akan mendalami dan mempelajari ilmu-ilmu sosial. Karena itu bisa dikatakan jika jurusan Planologi ini mempelajari semua ilmu (lihat kurikulum dan sillaby-nya, dipublish tersendiri).

Di beberapa Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia, Prodi ini lumayan dipavoritkan. Misalnya di UGM Yogya, Undip Semarang, ITB Bandung, ITS Surabaya, dan sebagainya. Kehadiran Prodi Planologi pada Universitas NU Kalimantan Selatan tentu membanggakan. Terlebih untuk masyarakat Kalimantan. Hal ini karena sejak tahun 2014 lalu, Program Studi ini saat itu hanya ada di Universitas NU Kalsel. Di kawasan ini, baik PTN mau pun PTS belum ada yang membuka Program Studi Planologi. Jika belakangan ada PT yang buka prodi tersebut, alhamdulillah ada teman baru …

Kedua, Program Studi Planologi dinilai oleh banyak kalangan sebagai program studi yang keren. Kenapa ? Karena ternyata kuliahnya banyak melakukan survei (lapangan), banyak melakukan analisis (bersama, dari hasil lapangan), selain itu juga diberikan kompetensi untuk membikin semacam maket dan design 3D lainnya.

Para mahasiswa pada program studi ini tentu bakal tau banyak berbagai hal, misalnya tau tentang permasalahan kota. Selain itu, ternyata pada program studi ini juga tidak ada hitung-hitungan yang begitu rumit (banget). Semua mata pelajaran dari hasil perkuliahan, itulah sesungguhnya yang akan diimplementasikan.

Secara umum, ilmu yang dikembangkan pada Program Studi ini adalah ilmu yang mempelajari tentang Perencanaan suatu kota atau wilayah-wilayah lainnya. Dalam bahasa yang paling ringan dan lebih sederhana, Teknik Planologi atau PWK ini adalah ilmu tentang tata kota. Ini berbeda dengan studi teknik Arsitektur, di mana pada prodi PWK ini tidak merancang bangunan per bangunan, tapi langsung merencanakan suatu kota atau wilayah.

Dalam hubungan ini muncul pertanyaan, apakah kuliah pada Prodi PWK ini harus pinter menggambar seperti para arsitek ? Jangan takut, karena kuliah di PWK itu tidak harus pintar menggambar, yang penting punya imajinasi tinggi, daya analisis kuat dan kreatif. Tapi kalau juga bisa menggambar, tentu saja menjadi nilai plus …

Ketiga, mengenai masalah PERENCANAAN dalam Program Studi Planologi, maka yang dimaksudkan sesungguhnya mencakup berbagai aspek. Perencanaan di sini bukan hanya pada aspek fisik belaka, melainkan juga pada aspek sosial, ekonomi, bahkan politik. Oleh karena itu harus diingat, yang akan dipelajari di jurusan ini boleh dibilang merupakan salah satu titik persilangan antara jurusan teknik, sosial, ekonomi, politik dan juga perancangan (design ) lainnya.

Oleh karena itu, maka hal-hal yang akan didalami dan dipelajari dalam program studi ini sangat beragam. Mulai dari kompetensi statistika, kompetensi tata guna lahan, kompetensi transportasi, kompetensi kependudukan, ilmu-ilmu sosial dan lain sebagainya.

Jadi dengan demikian, terasa kompleks sekali yang akan dipelajari. Kenapa ? Karena di dalamnya juga termasuk kajian ilmu politik, kajian ilmu komunikasi akan dipelajari. Sehingga nantinya, dalam perencanaan itu juga akan melibatkan banyak staker-holders, ada unsur akademisi, unsur pemerintah, dan tentu saja juga masyarakat luas.

Keempat, tentang KOMPETENSI, ada baiknya kita amati ilustrasi di bawah ini. Misalnya pada sebuah area kota, di dalam area tersebut terdapat banyak hal yang harus dipahami oleh seorang planner (sebutan untuk lulusan PWK). Sebut saja pada area itu terdapat komponen fisik berupa persawahan, pertokoan, perumahan, dan sebagainya. Sedangkan di sisi lain terdapat komponen-komponen non fisik, misalnya soal kemacetan, kepadatan penduduk (yang kumuh), dan lain sebagainya. Jika seorang planner tidak memahami semua hal tersebut, maka tidak akan dapat membuat perencanaan yang baik.

Dengan perencanaan yang tidak baik, tentu akan dihasilkan suatu kondisi area yang tidak baik pula. Karena itulah, maka pada prodi PWK ini akan diajarkan banyak hal seperti hitungan, ekonomi, sosial, kelembagaan, politik, lingkungan, dan fisik, serta lainnya. Perencanaan secara umum diperlukan untuk menciptakan kondisi masa mendatang yang lebih baik lagi, jadi tidak hanya sekedar membangun fisiknya saja.

Masih berkaitan dengan kompetensi ini, seorang lulusan PWK, yang biasa disebut seorang PLANNER, dapat dipahami dalam sebuah ilustrasi lain. Misalnya, pada sebuah area kota, di dalam area tersebut terdapat banyak hal yang harus dipahami oleh seorang planner. Contoh, pada area tertentu, terdapat komponen fisik berupa persawahan pertokoan, perumahan, dan sebagainya. Di sisi lain terdapat komponen- komponen non fisik, misalnya kemacetan, kepadatan penduduk, dan sebagainya. Dalam posisi seperti itu, maka seorang PLANNER harus memahami semua hal tersebut dengan jernih dan baik, sehingga yang bersangkutan dapat membuat perencanaan yang baik

Kelima, mengenai peluang kerja. Wow … don’t worry … !!! Ternyata seorang PLANNER bisa kerja dimana di banyak institusi? Untuk instansi pemerintah, lulusan PWK bisa bekerja di Bappenas (Badan Perencanaan Nasional) untuk tingkat nasional, dan Bappeda untuk tingkat Provinsi dan Kabupaten / Kota. Selain itu bisa pula kementerian, seperti Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup, Kehutanan, Transmigrasi, Badan Pertanahan, dan lain sebagainya. Bahkan hampir untuk semua instansi pemerintah, pusat dan di daerah.

Terdapat fakta menarik yang sudah sangat terkenal di tengah publik : dimana pun lulusan PWK bekerja, ia akan tetap mempunyai ciri khas, yaitu cara berpikirnya yang runtut dan sitematis.

Karena ketika seseorang belajar di PWK, maka ia tidak hanya belajar perencanaan wilayah dan kota saja, tetapi juga belajar keseluruhan proses yang ada, atau biasa disebut orang sebagai dengan istilah POAC: Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Setelah membuat rencana, harus ada proses yang dijalankan agar hasil rencana tersebut tetap baik dan berada pada rel yang benar.

Oleh karena itu, rencana perlu diimplementasikan (dilaksanakan), kemudian dikelola, dan dikendalikan. Membuat sebuah rencana juga harus memperhatikan kondisi-kondisi masa lalu dan sekarang, atau dalam istilah kerennya: “Learning The Past, Managing The Present, Shaping The Future”.

Masalah Prospek Kerja

Masih berkaitkan dengan prospek pekerjaan, dapat dikatakan jika seorang alumni PWK mempunyai prospek kerja yang luas karena cakupan ilmunya yang luas, beberapa diantaranya:

Instansi Pemerintah

Sebagai pengajar (guru atau dosen), peneliti, dan pegawai di perguruan tinggi negara, Bappenas / Bappeda, Pekerjaan Umum (PU), Departemen Dalam Negeri, BPPT, Kementerian Perumahan Rakyat, Kehutanan, Lingkunan Hidup, Pemmerintah Daerah (Provinsi dan kabupaten / Kota), Dinas Tata Kota, dan berbagai instansi pemerintah lainnya baik pusat maupun daerah

Sektor Swasta dan Perbankan

Sebagai tenaga ahli / konsultan (misalnya perencanaan, pariwisata, dan lain sebagainya) Lembaga Survei (karena kompetensi statistik), bagian pengembangan komunitas dari perusahaan serta Perbankan, bagian perencanaan perusahaan seperti PT, atau developer dan kontraktor properti, pengajar dan peneliti di perguruan tinggi swasta, dan lainnya

Aktivis NGO atau LSM

Sebagai aktivitis di NGO atau LSM karena ilmu sosial, komunitas, dan pemerintahan yang dipelajari, yang berguna dalam kegiatan penguatan sipil society, masyarakat dan lainnya

Diluar Keilmuan

Karena pola pikirannya yang runtut dan kemampuan untuk mengenal sebuah prinsip dasar manajemen maka lulusan PWK juga bisa bekerja di bank dan beberapa lembaga keuangan lain serta beberapa perusahaan swasta.

Dalam istilah lain, seseorang PLANNER selain bekerja di instansi pemerintah, juga bisa bekerja sebagai wirastawan (enterpreneurshif). Seorang PLANNER bisa menjadi Kontraktor, atau Konsultan Perencanaan Wilayah dan Kota, Pembangunan Jalan, Developer / Real Estate, Konsultan Property, atau lainnya. Selain itu bisa pula bekerja di lembaga perbankan, NGO / LSM, Konsultan, bahkan di lembaga / Organisasi Internasional, dan lain sebagainya.

Ilustrasi Kompetensi PWK

Terkait pertanyaan : Apa bedanya antara PWK dengan Arsitektur lansekap? Maka jawabannya secara ringkas adalah : Arsitektur lansekap scope nya lebih sempit, misalnya taman, objek wisata. Sementara seorang PLANNER atau lulusan PWK mencangkup wilayah yang lebih luas, yakni wilayah dan kota

Jika diilustrasikan, dapat di amati pada sejumlah produk arsitektur lansekap yang kini banyak diterapkan di banyak kota …

Sedangkan perencanaan wilayah dan kota, cakupan apa yang mesti dipertimbangkan ? Maka tentunya akan lebih luas. Tampilan di bawah tentu memerlukan keterampilan dalam menata suatu tata kota, dengan segala problematikanya. Di sana ada urusan demografi, urusan geografi, ada urusan kemiskinan, pemukiman kumuh, kemacetan lalu lintas, persoalan kaki lima, tata ruang, dan lain sebagainya.

http://www.kompasiana.com/syarbani_haira/respon-publik-terhadap-prodi-planologi-universitas-nu-kalsel_5963b3c3f5591f16923aa2d2

Bagikan ke sosial media

Leave a Reply